Material

BERMAIN JUAL-BELI (PASARAN)

 

I.       Latar Belakang

Permainan ini diilhami dari pengalaman masa kecil penulis bermain pasaran. Aturan main pasaran adalah sebagai berikut : pemain dalam permainan ini terdiri dari dua orang atau lebih (≥ 2). Minimal seorang pemain berperan sebagai pemilik toko  atau pedagang  dengan menjual barang-barang (atau masakan siap saji), pemain yang lain berperan sebagai pembeli. Alat tukar yang digunakan adalah berupa uang yang terbuat dari daun. Aturan permainan pasaran ditentukan bersama-sama. Permainan berakhir jika barang di toko sudah tidak ada lagi atau tidak ada pemain yang melakukan jual beli.

II.    Persiapan Permainan

Untuk membawa permainan ini ke dalam pembelajaran matematika, di kelas diperlukan persiapan sebagai berikut: dua atau tiga hari sebelum kegiatan pembelajaran dimulai guru melakukan kegiatan sebagai berikut:

  1. Membagi siswa dalam kelas menjadi 10  kelompok, tiap-tiap kelompok terdiri dari 3-4 anak.
  2. Guru meminta siswa membawa barang-barang antara lain:

a)      Aneka makanan kecil dalam kemasan yang ada label harganya, misalnya:

  • Snak Taro
  • Susu
  • Wafer Tanggo
  • Permen
  • Coklat
  • Dan lain-lain

b)      Aneka kardus bekas kemasan yang ada label harganya, misalnya:

  • Kardus pasta gigi
  • Kardus sabun
  • Kardus obat
  • Botol parfum
  • Kardus Wafer
  • Kardus Susu
  • Dan lain-lain

c)      Plastik bekas bungkus makanan yang ada label harganya, misalnya:

  • Plastik bungkus roti
  • Palstik bungkus buah
  • Dan lain-lain
  1. Guru membuat kartu pertanyaan (memuat voucer belanja). Contoh kartu terlampir.

 

III. Permainan Dalam Pembelajaran Matematika

  1. Dalam permainan ini guru berperan sebagai pemilik toko/pedagang yang membuka toko di depan kelas. Di awal pembelajaran guru mengumumkan membuka toko dengan barang-barang yang akan dijual adalah barang-barang yang telah disediakan sebelumnya.
  2. Siswa yang telah dikelompok-kelompokan berperan sebagai pembeli.
  3. Guru menyampaikan aturan permainan pasaran dengan simulasi oleh salah satu kelompok untuk menjadi contoh (model) sebagai pembeli, sebagai berikut:
  • Salah satu kelompok dipilih untuk mengambil kartu kemudian membacakannya di depan kelas.
  • Guru meminta kelompok siswa yang ditunjuk untuk mengambil barang sesuai dengan voucer belanja (kartu pertanyaan) serta menuliskan alasan pemilihan barang tersebut.
  • Siswa menuliskan barang yang diambil beserta harganya ke dalam selembar kertas/di dalam kartu serta menuliskan alasannya.
  1. Guru merefleksi hasil pekerjaan siswa seperti dalam (3). Jika kelopok siswa tersebut benar (sesuai aturan permain yang diharapkan), kegiatan dilanjutkan.
  2. Guru membuat kesepakatan dengan siswa tentang pembagian waktu yang digunakan untuk bermain sebagai berikut :
    1. Siswa mengambil barang dalam waktu 3 menit
    2. Siswa mengerjakan kartu pertanyaan 30 menit
    3. Merefleksi pekerjaan siswa 20 menit
    4. Guru meminta satu wakil dari tiap kelompok mengambil kartu pertanyaan, setelah mengambil karu siswa kembali ke dalam kelompok masing-masing untuk membahas kartu pertanyaan.
    5. Setelah siswa paham tentang aturan permain yang ada dalam kartu pertanyaan, guru meminta dua siswa wakil tiap kelompok untuk mengambil barang senilai dengan yang ada di dalam kartu pertanyaan.
    6. Siswa mengambil barang yang telah disediakan oleh guru, setelah mendapatkan barang kembali ke kelompok masing-masing.
    7. Siswa menuliskan barang yang diambil beserta harganya dalam lembar kertas atau ke dalam kartu, serta menuliskan alasan pengambilan barang tersebut.

10.  Kelompok yang telah selesai mengerjakan kartu pertama diminta mengambil dan mengerjakan kartu yang kedua.

11.  Permainan berakhir bila kartu pertanyaan ditangan guru telah habis diambil siswa untuk dikerjakan, atau waktu yang telah disediakan habis (Tergantung situasi kelas)

12.  Pemenang dalam permainan ini adalah kelompok yang cepat menyelesaikan pertanyaan dengan benar.

 

IV.  Pengembangan Permainan

  1. Permainan ini dapat dikembangkan dengan bahan iklan dari majalah atau koran
  2. Bahan iklan ini diberikan kepada siswa dalam kelompok serta diberi kartu pertanyaan atau perintah yang harus dikerjaan siswa pada lembar kerja (LKS)
  3. Kelompok yang dapat menyelesaikan LKS lebih dahulu dengan benar itulah yang menjadi pemenang.

 

 

 

 

 

 

 

Catatan :                                            

Agar suasana bermain tidak gaduh dan semua siswa dapat bekerja dengan baik, setiap siswa dalam kelompok harus mempunyai tugas sendiri-sendiri. Bila dalam kelompok ada 3 siswa, 1 siswa diberi tugas menulis, 1 siswa diberi tugas membacakan nama dan harga barang, siswa yang lain diberi tugas menghitung harga barang-barang yang dibeli dan mencocokannya dengan kartu pertanyaan. Bila semua siswa bekerja suasana kelas akan terkendali.

Responses

  1. Bpk/Ibu Tim PMRI UNY…

    assalamualaikum
    semoga senantiasa diberikan-Nya keistiqomahan dalam mengemban tugas ini.

    Perkenalkan saya mahasiswa Pendidikan Matematika angkatan 2006,

    Sebelumnya terima kasih telah bersedia membaca tulisan ini,..

    Tulisan ini saya sampaikan terkait informasi bahwa di beberapa universitas yang sedang mengembangkan PMRI juga melibatkan para mahasiswanya. Sampai ada dari mahasiswa mereka yang telah menulis di salah satu majalah PMRI, yang mebahas tentang “Matematika Ada di Sekitar Kita”.

    Di lain sisi, dari pengamatan saya pribadi, di UNY sendiri belum banyak terlihat adanya keterlibatan mahasiswa di dalamnya, kecuali pada pembuatan Skripsi PMRI.

    oleh karena itu, ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan, yaitu:
    1. Dapat kah mahasiswa turut belajar, menyumbangkan hal-hal kecil dalam Organisasi atau pun Penelitian Pengembangan PMRI di UNY?

    2. jika ya, bagaimanakah mekanismenya?

    Atas tanggapan Bpk/ Ibu Tim PMRI UNY, saya menyampaikan banyak terimakasih.
    PMRI UNY, moga SUKSES!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: